UU ITE Menelan Korban

Satu lagi UU ITE Pasal 27 ayat 3 menelan Korban, Prita Mulyasari. Akhirnya hakim memberi putusan bahwa Prita Mulyasari bersalah, dan harus membayar denda kepada penggugat (RS OMNI INTERNASIONAL) dengan uang senilai 204juta rupiah.

Kasus ini berawal dari e-mail Prita Mulyasari kepada sepuluh temannya. Akibat e-Mail yang berisikan keluhan atas perlakuan RS Omni international terhadap dirinya, Prita Mulyasari kemudian dianggap telah melanggar undang-undang Republik Indonesia nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE).

Pasal 27 ayat 3 UU nomor 11 tahun 2008 yang berisi tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE) mengatakan : "Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik." Banyak yang menyebut pasal ini adalah pasal karet yang bisa digunakan pihak-pihak berkuasa untuk mengekang kebebasan berekspresi.

Beberapa aliansi juga menilai : bahwa rumusan pasal tersebut sangatlah lentur dan bersifat keranjang sampah dan multi intrepretasi. Rumusan tersebut tidak hanya menjangkau pembuat muatan tetapi juga penyebar dan para moderator milis, maupun individu yang melakukan forward ke alamat tertentu.

Kasus ini juga akan membawa preseden buruk dan membuat masyarakat takut menyampaikan pendapat atau komentarnya di ranah dunia maya. Pasal 27 ayat 3 ini yang juga sering disebut pasal karet, memiliki sanksi denda hingga Rp. 1 miliar dan penjara hingga enam tahun.

Prihatin…. adalah kata yang tepat untuk kasus ini… Saya tidak tahu harus bebuat apa? bahkan ketika menulis inipun bisa dianggap salah, bisa dianggap mencemarkan nama baik, dan bisa kena UU ITE pasal 27 ayat 3. Jadi…. Apa yang kita lakukan untuk Prita Mulyasari (orang yang menyampaikan pendapat)?? Akankah kebebasan berpendapat dipasung lagi??

You may also like

41 Comments

  1. Memang rasa keadilan itu tidak bisa kita rasakan … semoga Mbak Prita di berikan ketabahan dalam menghadapi …. semoga mendapatkan hikmah di balik ini semua …

  2. bunyi pasalnya perlu dierevisi lagi tuh..
    bukan begitu? bukan,, hehehe
    ————————————–
    makasih pak da ngeadd fbnya yos…

  3. kasian bu prita, jadi tumbal sebuah undang2 hemm… tapi yang aneh tu pihak RSnya kok ya gak malu ya…??? nama baiknya dicoreng sendiri…???

  4. Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik….

    artinya kemudian… siapa yang memiliki hak untuk itu…, seharusnya yang membaca atau mengadilipun tidak berhak untuk mengaksesnya… jika memang bermuatan pencemaran nama baik.

    Seharusnya dengan begini, infotainmen juga harus segera dilarang, atau bahkan MUI.

  5. semnoga saja dengan adanya kejadian yang seperti ini bida membuat para pembuart undang undang yang terhormat itu mau memperbaiki apa yang sudah dibuatnya….

  6. masalahnya yang bikin undang-undang gak punya blog, coba kalau punya pasti bunyinya lain…

    …mentransmisikan…berarti, wordpress, Matt mullen, google, telkom, dll kena deh
    lho khan dia yang mentransmisikan, kita cuma nulis dirumah kok

  7. *pasword euuuuuuuuuuuulu!! perjaka, 5 menit…. (((((”Ichaaaaaaaaaanngg baliklah ke Bali menemani diriku yang kesepian ini………….. percuma daku tinggal di pinggir pantai, dikelilingi banyak bule dan tempat clubbing yang jaraknya cuma sejengkal kaki kalo ga bisa menikmati semua itu karena pekerjaan… huhuhuhuhu……….ga ada lu ga rame tau di sini. maaf banget ya kemaren itu gw agak sibuk, coba lu kesini pas bos gw lagi di boat pasti kita bisa jalan2… gw utang dreamland ya ama elu… trus clubbing di OBC trus nemenin clubbing all the night off…… kemaren maaf niggal elu yeeee…. maklum gw pengen bawa brondong pulang….. heheheheheheeeeeeeeee………..Chaaaaaaaaaanngg ke bali lagi yaaaaaaaaaaaaaaa…!!*salam dari latief*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *