ujian vs adzab

Dalam sistem pendidikan, semua ujian dilakukan bersama, dalam satu minggu, matematika, fisika, ips, bahasa indonesia, semua dan semua pelajaran di ujikan dalam waktu satu minggu. bersamaan.
begitu pula dengan diriku, saat ini sedang menghadapi ujian, semua dan semua yang berkaitan dan berhubungan dengaku diujikan secara bersama. tentang studio, tentang kantor, tentang teman, bahkan tentang hubungan dengan keluarga. semua diujikan secara bersamaan.

layaknya anak sekolah, kalau lulus dia akan naik ke peringkat yang lebih atas. tapi kalau tidak lulus ia akan mengulang minimal satu tahun.

tapi yang aku risaukan bukan lulus atau tidak lulus, naik atau tidak naik, hilang atau tidak hilang, namun pada hal yang lebih mendasar,

“UJIANKAH…?”

“ADZAB / HUKUMANKAH…?”
Kalaupun ujian paling banter tidak naik, atau tidak lulus, atau hilang, tapi kalau hukuman……., berarti aku telah melakukan sesuatu yang melanggar aturan-NYA.
ilahi lastu lilfirdausi ahla

wala aqwa ‘alan naari jahimi

fahabli taubataw wagfir dzunubi

fainnaka ghoofirudz dzanbin ‘adziimi

karya robiah al-adawiyah inilah yang harusnya aku resapi dan aku utarakan pada-MU ya robb.

You may also like

4 Comments

  1. iya
    kadang kita dengan bangganya menyebut apa yang “tidak enak” untuk kita sebagai cobaan atau ujian, padahal belum tentu. barangkali itu adalah “adzab” atau bahkan “laknat” hanya Tuhan yang tau.
    ya…. semoga apa yang menimpa (ujian atau adzab) mas ini cepat berakhir. itu aja. entah ujian, entah laknat kalo cepet berakhir kan enak. 😀

  2. allohumma dzakirni minhuma nasyitu
    wa ‘alimni minhuma jahiltu

    ingatkanku atas kelalaianku
    tunjukkan (untuk menghindari) kesalahanku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *