Tumbal Kenaikan Harga BBM

Demo mahasiswa atas kenaikan harga BBM hampir tiap jam selalu menghiasi berita-berita di televisi. dengan dalih menyelamatkan APBN maka pemerintah menaikan BBM. Jujur saya katakan saya tidak ikut arus menolak atau setuju terhadap kenaikan BBM, karena kita sebagai rakyat yang jauh dari kekuasaan sikap kita tidak akan ada artinya… (mergo rabakal digagas).

Demo Kenaikan BBM
Tapi sebagai masyarakat sederhana yang bisanya hanya berpikir sederhana, saya mencoba mebuat logika sederhana pula: bila harga BBM naik maka harga barang akan ikut naik karena BBM adalah salah satu komponen wajib hampir pada setiap sendi kehidupan. (rego mesti mundak) Hal ini semakin membuat masyarakat cilik soyo ra kuat membeli kehidupannya.

Sedangkan dalam bidang industri bidang industri, mesin pabrik sebagian besar masih menggukan BBM untuk bisa beroperasi. Jika BBM naik bisa dipastikan biaya produksi akan naik dan berujung pada kenaikan harga jual produk. Siapa yang menjadi pembeli produk? Rakyat. Efek selanjutnya, jika hasil produksi dari para pengusaha tidak banyak diserap masyarakat karena harga yang mahal, pengusaha tak mampu lagi menanggung biaya produksi yang makin tinggi karena harga bahan baku naik sebagai akibat dari naiknya harga BBM. akhirnya para pengusaha terpaksa melakukan PHK massal. sopo sing terkena PHK? wong cilik maneh.

Dampak pada transportasi, BBM adalah syarat wajibnya. Bus, kereta api, kapal, ojek, mikrolet dan hampir semua alat transportasi menggunakan BBM untuk menggerakkan mesin. BBM naik berarti menaikan biaya transportasi dan pada akhirnya menaikkan harga barang yang menggunakan jasa transportasi. Siapa yang paling banyak menggunakan jasa transportasi? Rakyat. mergo gaduwe kendaraan dewe.

Jika pemerintah bijak, sudah jelas dan gamblang yang jadi korban dari dampak kenaikan BBM adalah rakyat. Rakyat disini adalah rakyat jelata, rakyat seperti ini, rakyat yang penghasilannya pas-pasan bahkan kurang untuk memenuhi standar kebutuhan hidup minimum, rakyat sing ga’kuat tuku motor opomaneh tuku BMW, rakyat sing ga’nduwe lemah opomaneh tuku omah. Karena rakyat seperti ini jumlahnya jauh lebih banyak dari pada rakyat yang tidak akan risau akibat kenaikan BBM dengan segala akibatnya.

Rakyat jelatalah yang selalu jadi tumbal dari kebijakan pemerintah terhadap naiknya harga BBM ini. Tapi sudahlah… bukankah mbah-mbah kita juga selalu dikorbankan penjajah, sudah nasib dan garis kehidupan rakyat Indonesia yang selalu jadi korban dan tumbal kekuasaan, tumbal kenaikan harga BBM. bukankah pemerintah tugasnya memang memerintah rakyat.

Kesimpulan saya sederhana, pemerintah menaikkan BBM demi menyelamatkan APBN dengan mengorbankan kebutuhan rakyat. Sedangkan sepengetahuan saya APBN sebaian besar digunakan untuk kepentingan pejabat, sing kunjungan lah, lawatan lah, beli pesawat lah, bikin gedung megah lah. lemessh..

You may also like

13 Comments

  1. Kalau saya pastinya bosan dengan kejadian seperti ini. Bukan soal naiknya harga BBM. Tapi setiap kali ada kenaikan BBM selalu saja kisruh dan bingung. Berbagai dampak sosial selalu muncil akibat dari kebijakan ini. Seharusnya, pemerintah juga engembangkan terobosan baru mengenai BBM alternatif yang telah ditemukan. Selain daripada itu juga langkah-langkah untuk meminimalisir dampak sosial yang buruk seharusnya juga dilakukan.
    Juga teguran bagi wakil rakyat kita. Jangan asl bicara tidak setuju atau setuju, tapi solusi dari dua keputusan tersebut harus dipikirkan. Kan intinya antara pemerintah dan DPR itu bagaimana supaya bisa jalan bareng untuk menjalankan amanat rakyat. Bukan memanfaatkan situasi untuk mendapat perhatian publik sebagai langkah awal menuju pemilu mendatang. Apa itu ? Menolak dengan membawa bendera suatu partai, misalnya. Jangan salah, rakyat kita sebenarnya tidak butuh seperti itu. TIdak perlu didongengin bagaimana itu system politik atau birokrasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *