Rasululloh Tidak Masuk Surga?

Hiruk pikuk Pilpres tidak mengurangi gencarnya serangan di dunia maya dari saudara-saudara “se-Iman” terhadap kaum “sarungan” tradisionalis, kali ini giliran Bapak Tafsir Al-Qur’an Indonesia, M. Quraish Shihab. Banyak tuduhan bahwa beliau Syi-ah, Tidak cinta Rosul, bahkan ada yang sampai meng-kafir-kan Ulama’ yang satu ini. Gara-gara dipelintirnya ungkapan beliau bahwa Tidak ada jaminan bahwa Rasululloh Masuk Surga.
Quraish Shihab Syiah
Jika hanya membaca dari situs atau blog yang menyoal tentang pernyataan beliau bahwa Rasululloh Tidak dijamin Masuk Surga seolah-olah menjustifikasi benar bahwa Quraish Shihab adalah sesat. Mari kita coba lihat secara utuh tentang apa yang dinyatakan beliau pada Tayangan Tafsir al-Mishbah tanggal 12 Juli 2014 sebagai berikut :
Tidak benar. Saya ulangi tidak benar bahwa Nabi Muhammad mendapat jaminan Surga. Surga itu hak prerogratif Allah. Memang kita yakin bahwa Beliau mulia. Mengapa saya katakan begitu? Karena ada seorang sahabat Nabi dikenal orang, terus teman-teman di sekitarnya berkata, ‘bahagialah Engkau akan mendapat surga’. Kemudian Nabi dengar, siapa yang bilang begitu, Nabi berkata, tidak seorang pun orang masuk surga karena amalnya, dia berkata baik amalnya akan masuk surga, surga adalah hak prerogratif Tuhan“.

Menyikapi masalah ini, Quraish melakukan klarifikasi. Dalam situs pribadi berjudul "Tentang Tayangan Tafsir al-Mishbah 12 Juli 2014", ia mengatakan yang dimaksud adalah konteks amal bukan penyebab masuk surga karena surga itu hak Allah. Mari kita lihat sikap beliau secara lengkap:

Uraian tersebut dalam konteks penjelasan bahwa amal bukanlah sebab masuk surga, walau saya sampaikan juga bahwa kita yakin bahwa Rasulullah akan begini (masuk surga). Penjelasan saya berdasar hadist a.l.:

لا يدخل احدكم الجنة بعمله قيل حتى انت يا رسول الله قال حتى انا الا ان يتغمدني الله برحمنه

"Tidak seorang pun masuk surga karena amalnya. Sahabat bertanya "Engkau pun tidak?", beliau menjawab "Saya pun tidak, kecuali berkat rahmat Allah kepadaku."

Ini karena amal baik bukan sebab masuk surga tapi itu hak prerogatif Allah.

Uraian di atas bukan berarti tidak ada jaminan dari Allah bahwa Rasul tidak masuk surga, saya jelaskan juga di episode yang sama bahwa Allah menjamin dengan sumpah-Nya bahwa Rasulullah SAW akan diberikan anugerah-Nya sampa beliau puas, yang kita pahami sebagai Surga dan apapun yang beliau kehendaki. Wa la sawfa yu’thika rabbuka fa tharda. Itu yang saya jelaskan tapi sebagian dipelintir, dikutip sepotong dan di luar konteksnya. Silakan menyimak ulang penjelasan saya di episode tersebut. Mudah-mudahan yg menyebarkan hanya karena tidak mengerti dan bukan bermaksud memfitnah. [M. Quraish Shihab]

Semoga kawan-kawan se-Iman tidak mudah menjustifikasi seseorang dengan sesat bahkan kafir, mari kita lihat dulu konteks permasalahan, diklarifikasi dulu kebenarannya, jangan hanya kita potong sepenggal-penggal. Islam adalah agama yang kaffah yang sempurna. Maka ummatnya dalam melihat permasalahanpun harus kaffah, menyeluruh dan sempurna. Begitu juga dalam mensikapi ungkapan beliau, M. Quraish Shihab Bahwa “Rasululloh Tidak dijamin Masuk Surga“, hendaknya juga dilihat secara menyeluruh, tidak dipenggal-penggal, biar tidak terjadi salah paham. wallohu a’lam.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *