Penerapan NTH untuk Load balancing (linux vs mikrotik)

Ide menulis ini adalah dari statpress yang tak pasang menjadi salah satu plugin di WPMU ini, dari statpress saya lihat banyak yang baca blog ini karena ada tulisan tentang load balancing dengan mikrotik, tapi rata-rata mereka kecewa oleh tulisan itu, soale yang saya tulis adalah load balancing “pail oper“, yaitu apabila satu down satu menggantikan. Karena dulu keadaan BW saya kurang bagus, sehingga saya harus melakukan “pail oper” , kalo sekarang yang dibutuhkan banyak teman adalah bagaimana menggabungkan beberapa sumber BW menjadi satu.

Sebelum menggabungkan dua sumber bw ada baiknya kita bahas sedikit tentang NTH, mengapa karena NTH yang sangat penting untuk keperluan tersebut.

Pada dasarnya koneksi yang masuk ke proses di router akan menjadi satu arus yang sama, walaupun mereka datang dari interface yang berbeda.

Saat kita ingin menerapkan metode Nth, tentunya kita juga memberikan batasan ke router untuk hanya mem-proses koneksi dari sumber tertentu saja.

Nah, begitu router telah membuat semacam ‘antrian’ baru untuk batasan yang kita berikan diatas, baru proses Nth dimulai.

Every Angka Every adalah jumlah kelompok yang ingin dihasilkan. Jadi bila kita ingin membagi alur koneksi yang ada menjadi 4 kelompok yang nantinya akan di load balance ke 4 koneksi yang ada, maka angka Every = 4.

Namun, setelah saya bandingkan manual yang ada di Mikrotik dengan penjelasan tentang penerapan Nth di Linux, ada perbedaan disini.

Pada Mikrotik, angka Every harus dikurangkan 1, hingga bila mengikuti contoh diatas, maka kita harus mengisikan Every = 3. Hal ini mungkin dikarenakan proses Nth di Mikrotik akan menerapkan Every+1 (lihat manual) pada pengenalan koneksinya.

Jadi, kesimpulan sementara saya, bila kita ingin membagi 4 kelompok, maka : – Pada Linux, Every = 4 – Pada Mikrotik, Every = 3

Counter Angka Counter dapat diisikan angka 0-15. Maksudnya adalah menentukan counter mana yang akan kita pakai. Pada Mikrotik terdapat 16 Counter yang dapat dipakai, hal ini juga sama dengan penerapan yang ada di Linux.

Jadi, saya rasa, angka ini dapat diisikan sesuai dengan pilihan kita. Namun, saya rasa harus diteliti lagi apakah diantara 16 counter yang ada tersebut dapat menghasilkan hasil yang berbeda atau tidak.

Namun, ternyata penerapan counter cukup berpengaruh. Jadi kesimpulan sementara, counter sebaiknya diset ke every+1 untuk Mikrotik

Packet Nah, kita sampe ke parameter terakhir. Parameter terakhir ini yang cukup menentukan. Bila kita ingin membuat 4 kelompok, tentunya kita harus membuat 4 mangle rules. Nah, pada rules tersebut, angka untuk Every dan Counter haruslah sama. Namun untuk angka packet harus berubah. Untuk 4 kelompok, berarti angka packet untuk 4 rules tersebut adalah 0,1,2 dan 3. Angka ini ditentukan dari 0 … (n-1). Penerapan angka Packet untuk Linux dan Mikrotik sama.

Contoh Mari kita ambil contoh untuk penerapan Nth untuk 4 koneksi. Maka Angka Nth untuk masing2 rule di Mikrotik adalah (counter yg dipakai adalah 4) : Rule 1 = 3,4,0 Rule 2 = 3,4,1 Rule 3 = 3,4,2 Rule 4 = 3,4,3

halah sudah. Ngko nek terlalu panjang kasian ibu, kalau terlalu lebar kasian bapak. untuk praktek saya tulis setelah ini.

You may also like

2 Comments

  1. “untuk praktek saya tulis setelah ini……”
    Prakteknya saya tunggu ya…
    menarik bgt untuk dijadikan skripsi saya…
    mohon dukungannya ya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *