Pemerintah Pakai Open Source Agar Hemat

Sebelum salah paham saya ingin klarifikasi, bahwa judul diatas bukan mengabarkan jika pemerintah saat ini sudah menggunakan Linux atau Open Source sebagai software atau aplikasi dalam rangka penghematan. Tapi hanya sekedar saran atau sebaiknya atau seharusnya Pemerintah Pakai Open Source Agar Hemat. Jadi jangan terpengaruh judul..!! hehehe. Seperti tulisan saya tentang thoriqoh sesat, banyak dihujat karena yang dibaca hanya judulnya, padahal dalam tulisan tersebut saya memberi banyak alasan bahwa thoriqoh itu benar-benar tidak sesat.
open source

Kembali ke topik penghematan pemerintah. Jika pemerintah serius untuk melakukan penghematan sebenarnya menggunakan software open-source jauh lebih hemat dari pada SBY berbusa-busa menyampaikan 5 intruksi tadi malam. Dari media Indonesia “Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral Jero Wacik mengungkapkan lima kebijakan penghematan energi diprediksi akan memberikan penghematan anggaran subsidi BBM sebesar Rp5 triliun dalam satu tahun.

Jika instruksi SBY masih manjur dan benar-benar bisa diterapkan penghematan yang bisa dilakukan hanya sekitar Rp 5 trilyun. Tapi jika pemerintah berhemat dengan menggunakan Open Source bisa berhemat minimal Rp. 22trilyun. Tidak percaya? mari dihitung bersama. Sebagai sample, Wali Kota Pekalongan menginstruksikan seluruh komputer yang ada di jajaran pemerintah daerah dan lembaga dibawahnya menggunakan open source untuk semua aplikasinya. Apa yang didapat? Pemkot Pekalongan bisa berhemat Rp42 miyard. Kalau ada 530 kabupaten dan kota di Indonesia kali Rp.42 milyard sama dengan Rp.22 trilyun lebih 260 milyard. Angka yang fantastis, dari pada capaek-capek dan berbusa-busa pencitraan menyampaikan instruksi penghematan.

Menggunakan Linux atau Open Source saat ini sebenarnya tidak sesulit ketika 10 tahun yang lalu. Karena menggunakan Linux itu kuncinya adalah tersambung dengan internet. Kalau sepuluh tahun yang lalu bisa diterima alasan sulitnya menggunakan Linux, tapi untuk saat ini dengan semakin mudahnya sambungan internet, alasan sulit sudah tidak masuk akal. Karena di Internet (mbah gugel) sangat banyak ditemui tutorial-tutorial Linux. Dan Linux saat ini, secara grafis maupun kompatibiltasnya sudah setara bahkan lebih baik dari pada windows bikinan Amerika yang NEO-LIB. 😀

Jadi menurut saya, sudah saatnya pemerintah tegas dalam rangka melakukan penghematan, jangan hanya dengan mengurangi subsidi dan menaikkan harga BBM. Tapi ada hal lain yang bisa dilakukan tanpa membebani rakyat kebayakan. Salah satunya adalah dengan menggunakan Open Source sebagai aplikasi seluruh komputer di perintahan. ohya… 22 trilyun penghematan diatas, belum termasuk jika komputer yang ada pemerintah pusat dan pemprov diinstall pakai Linux sebagai aplikasinya.

Syukur-sukur mbah kung sebagai kepala daerah kabupaten Ngawi tercinta juga menginstruksikan penghematan dengan pakai Open Source sebagai salah satu cara agar Ngawi tidak jadi bangkrut. hehehe.. ohya. Komunitas Pengguna Linux Ngawi KOMPLING N-GOS, Ngawi Go Open Source, pie kabare? kok suwe raono kopdar? ayo berhemat…!

You may also like

6 Comments

  1. menarik mas abid. tp sy masih bingung apa yg membuat linux demikian hematnya dibandingkan dg yg selama ini dipakai instansi pemerintah. mungkin murah harganya? mungkin hemat listrik? mungkin mempercepat kerja? mungkin gk cpt rusak?
    hehehe sori pancen blm familier dg linux kang.

    1. Sebenarnya hematnya itu karena ini software berbasis Sistem Terbuka. Nah, klo pemerintahan pakai software bajakan berarti sebenarnya nggak keluar biaya. Hehee…

  2. seharusnya yang menjadi motor adalah kominfo dan dikbud.. kalau kita lihat dikbud tentu ini sangat potensial jika kampanye openesource di mulai dari sana… ternyata kendalanya justru di gurunya yang takut beralih kebiasaan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *