Melihat Penderitaan Sebagai Latihan Bersyukur

Kali ini saya ingin berbagi sebuah cara latihan yang saya harap anda coba sekali-kali. Ini berdasar pengalaman saya beberapa saat lalu ketika menjenguk seorang teman yang baru mengalami kecelakaan. Kakinya patah dan harus diterapi di ruang fisioterapi di sebuah RS.

Saya ingin ceritakan kejadian-kejadian yang mengerikan dan menyedihkan di ruang itu. Di sana saya lihat orang yang sudah tua, sekitar 70-80 tahun, kepalanya gundul, dan sedang menjerit-jerit kesakitan. Tangannya menggapai-gapai ke belakang, sambil berteriak-teriak, "Aargh….". Saya tanyakan ke perawat, ternyata dia barusan operasi otak. Kasihan.

Di dekat pintu ada seorang anak kecil yang sepertinya terbelakang. Jalannya tertatih-tatih sambil mulutnya terbuka mengeluarkan air liur. Dia berjalan dibantu tongkat, dan seorang perawat.

Di ujung kamar terdapat seorang ibu tua yang gemuk. Dia duduk sendirian menatap langit-langit dengan kosong. Tangannya tergolek lemas di sisi, tak berdaya untuk menggerakkannya.

Ada juga saya lihat anak muda seperti teman saya yang kakinya patah karena tabrakan. Karena ngebut dia tergolek dengan penuh luka.

Banyak penderitaan menyedihkan di ruang itu. Cobalah sekali-kali anda datang ke tempat fisioterapi dirumah sakit besar. Duduk mengamati kira-kira setengah jam saja. Kalau misalkan ditanya bilang saja, menunggu teman yang akan datang di sini.

Perhatikan dan amati. Mungkin saja akan melihat seorang yang harus berusaha keras susah payah hanya sekedar untuk turun dari tempat tidur. Atau seorang pria dewasa yang harus berjalan dengan kursi roda. Padahal kelihatan gagah dan sehat tanpa luka berarti.

Lakukanlah sesuatu yang berbeda dengan biasanya. Sesuatu yang baru. Jangan sekedar melakukan rutinitas kerja senin – jumat seperti biasa. Datanglah ke tempat yatim piatu, ke kuburan, ke unit gawat darurat rumah sakit. Atau tempat pengungsian, tempat-tempat yang kotor seperti tempat pembuahan sampah, dimana terlihat orang mengais-ngais sampah untuk sumber penghidupannya.

Bila anda melihat kesedihan, kita akan rasakan betapa bahagianya kita dalam hidup ini. Betapa kita harus bersyukur terhadap apa yang telah dikaruniakan kepada kita. Anda akan merasa tidak pantas untuk tidak berbahagia, stress, mengeluh kebanyakan pekerjaan atau penghasilan yang tidak cukup.

Semoga hal-hal kecil hasil pengalaman ini mencerahi anda sehingga anda dapat lebih mensyukuri kehidupan yang sudah berlimpah ini.

You may also like

2 Comments

  1. sebuah renungan dibulan ramadhan ya mas, terima kasih telah mengajak saya untuk bersyukur dan mensyukuri nikmat… betapa bahagianya saya walaupun ingin pulang kampung masih gak bisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *