Kapan Terakhir Anda Hormat Pada Merah Putih?

Diskusi di LSI (Langgar Sawo Ijo) tadi siang berlangsung gayeng, tema yang dibicarakannya pun tak jauh dari isu kepemudaan (kan hari ini hari sumpah pemuda). Mulai dari isu pengangguran pemuda, isu pemuda di pilkada Ngawi, sampai isu pemuda dan nasionalisme.

merah putih

Diskusi tentang Pemuda dan Nasionalisme diawali dengan pertanyaan “Kapan Terakhir Anda Hormat Pada Merah Putih?” pertanyaan mudah namun sulit untuk dijawab. Dari sekian peserta yang dapat menjawab lancar cuma seorang, mas Djarwanto. mas Djarwanto adalah anggota TNI aktif, semua peserta maklum. lawong yo tentara.

Ketika tidak ada yang bisa menjawab, semua diam, semua larut dalam pikiran masing-masing, tiba-tiba kang kaji sulaiman nyletuk, “berarti sing nduwe rasa Nasionalisme sekarang ini cuma tentara“, semua yang hadir tambah diam sambil mengangguk, tanda setuju.

Diakui atau tidak sekarang ini rasa nasionalisme mulai terkikis. dari hal kecil, hormat pada bendera saja, kita sudah jarang melakukaknnya. Apalagi melakukan hal besar terhadap negara. Jika dulu para pengguna jalan diberhentikan ketika bendera merah putih dinaikkan di sekolah yang ada pinggir jalan, tapi sekarang pengikut upacarapun kadang enggan mengangkat tangan sebagai tanda hormat pada Sang Merah Putih.

  • Sebagai pemuda, Kapan kita berjuang untuk negara?
  • Sebagai pemuda, Berapa kali kita membela negara?
  • Sebagai pemuda, Apa yang telah kita berikan terhadap negara?
  • Sebagai pemuda, Mengapa kita cuma menuntut hak dari negara?

Apa yang salah dengan pemuda?, mengapa pemuda tidak bangga dengan bangsa sendiri?, Kapan Terakhir Anda Hormat Pada Merah Putih? Di hari Sumpah Pemuda ini, mari kita mulai tanamkan rasa nasionalis pada diri sendiri-sendiri, minimal ikut hormat pada Sang Merah Putih ketika dikibarkan.

You may also like

34 Comments

  1. Hormat ga harus ke bendera. Itu kan cuma sebagai simbol saja. Menurut saya rasa hormat kepada negara akan timbul dengan sendirinya jika dan hanya jika kita bisa merasakan bermanfaat sebagai warga negara, apa yang sudah kita berikan pada negara dan apa yang sudah negara berikan kepada kita. Tanpa keseimbangan, hormat kepada negara hanya semu belaka. Take and give lah

  2. saya terakhor hormat ke bendera merah putih adlh pd kls 3 SMA sekitar 4 tahu yg lalu…
    dan menurut hemat saya yg namanya nasionalisme dan cinta tanah air tdk bs hanya berparameterkan pada sosok bendera. Karena banyak hal lain yg lbh bsr yg mewujudkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air meskipun mskipun tak terlihat kasat mata. Contoh mudahnya adalah melalui aktifitas ngeBlog yg positif…. Salam Kenal…
    .-= Posting MasEDI : Sumpah Pemuda, Generasi Muda dan Kampanye Aku Ngeblog, Kamu? =-.

  3. Kemaren, aku masih ikut upacara kemerdekaan lho…, di kampus…! :-D.

    Dan hari ini, Bangganya hari lahirku dirayakan seluruh rakyat Indonesia…! 😀

    Salam kenal mas..! Ngawi Bersemangat..! Hidup Ngawi…!

  4. hormat kepada bendera hanya sebagai simbul saja,
    yang penting praktek pada kehidupan sehari hari sudah hormat apa belum?
    mematuhi peraturan UU yang berlaku, tidak merugikan negara, mau membayar pajak, tidak menggunakan produk bajakan, saya pikir juga merupakan salah satu praktek menghormati negara
    : meringis :

  5. terkejut saya membaca judul postingan ini,…
    memaksa saya untuk kembali mengingat kapan ya terakhir kali saya hormat ke bendera.?
    sekitar 4 tahun yang lalu kalau nggak salah, waktu itu upacara bendera peringatan hari pendidikan di kampus…
    .-= Posting Berry Devanda : Dua Jempol Untuk Google =-.

  6. sejak SMA, sekarang kuliah? yah, pas jamannya OSPEK masih sih, tapi sekarang? pihak universitas saja gak pernah ada acara buat mahasiswanya untuk hormat bendera,,, jadinya banyak yang jadi koruptor… hehehe,,,
    mampir balik yh, thx…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *