Israel Lagi… Palestina Lagi…

palestina lagiKonflik Israel-Palestina kembali terjadi dan telah memakan 100 lebih korban tewas selama gempuran Israel ke jalur Gaza pada hari ini, dan terjadi di bulan suci Ramadhan. Tentu situasi berat dan patut disesalkan ummat manusia, tidak hanya umat Islam. Karena apa yang terjadi di Gaza adalah problem kemanusiaan, bukan semata problem politik atau problem teologi.

Kita harus mampu melihat sejarah panjang konflik ini, sejak diproklamirkannya negara Israel oleh sekelompok orang Yahudi dari berbagai dunia bergaya hidup Barat yang kemudian memicu ketegangan dengan masyarakat dan negara-negara Arab yang mayoritas beragama Islam. Ketegangan itu menjelma menjadi rangkaian peperangan 1967, 1973, 2006, 2008, 2010 dan tahun ini. Dinamika diplomasi, negosiasi dan gencatan senjata telah ditempuh oleh berbagai pihak, baik Israel, Negara-negara Arab, Palestina hingga PBB. Tapi proses politik itu tak kunjung mencapai konsensus bersama, meski ada beberapa kemajuan secara diplomasi politik.

Untuk itu krisis Gaza sebagai problem yang kompleks, dan tidak semata dari perspektif teologis Islam-Yahudi, agar kita tidak terjebak pada sektarianisme agama atau jargon anti-Barat seperti yang diteriakkan kelompok “ISLAM GARIS KERAS“. Sebuah krisis pasti tidak tunggal penyebabnya, maka melihat krisis ini secara bijak, berimbang, moderat, adil serta mencari titik tengah dan jalan keluar adalah cara pandang ORANG INDONESIA YANG BERAGAMA ISLAM.

Karena konflik Israel-Palestina adalah problem kemanusiaan yang melanggar jaminan hak hidup dan nyawa manusia, maka sudah selayaknya kita tidak bisa mentolerir tindakan brutal yang terjadi di Gaza. Daripada repot pasang status dan DP di facebook dan BB, apalagi BC-BC yang tidak meringankan pendiritaan saudara kita yang ada di palestina mendingan kita lakukan dua hal yang bermanfaat :

Merdoa agar konflik segera mereda serta saudara seiman di Jalur Gaza dan bumi Palestina diselamatkan oleh Allah dari jatuhnya korban lebih banyak, dengan membaca Qunut Nazilah baik secara berjama’ah atau shalat sendiri.

Melaksakan shalat ghaib dan bacaan tahlil dan doa untuk ratusan korban yang telah wafat sebagai korban peperangan. Ini semua adalah bentuk dukungan kita untuk kebesaran Islam dan terciptanya perdamaian dunia.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *