Hukum Hadiah Untuk Pejabat

Muhammad SAWAda cerita menarik tentang seorang pejabat di zaman Rosululloh SAW yang menerima hadiah ketika sedang menjalankan tugasnya. Seorang Ibn Al-Lutbiyyah datang kepada Nabi SAW sambil membawa hasil pungutan zakat, yang terpilah antara harta umat dengan harta khusus untuk dirinya. “Wahai Rasul! Harta ini saya serahkan kepadamu. Sedangkan harta yang lain adalah hadiah yang saya peroleh selama saya tugas” kata Ibn Al-Lutbiyyah. dikutip dari buku Teladan Indah Rasulullah dalam Ibadah.

Mendengar penjelasan itu, Rasulullah seketika menegur Ibn Al-Lutbiyyah dengan keras. “Ibn Al-Lutbiyyah! Jika engkau benar, apakah kalau hanya duduk di rumah ayah ibumu, engkau akan diberi hadiah?” ujar Rasulullah.

Teguran keras Rasul ini disebabkan Ibn Al-Lutbiyyah menerima pemberian hadiah karena dia merupakan seorang pejabat. Rasul yakin, jika Ibn Al-Lutbiyyah bukan pejabat, maka hadiah itu tidak akan pernah ada.

Usai menegur Ibn Al-Lutbiyyah, Rasulullah mengingatkan, agar setiap pejabat tidak menerima hadiah saat bertugas. Peringatan itu disampaikan Rasulullah dalam pidato beberapa saat setelah bertemu Ibn Al-Lutbiyyah.

“Segala puja dan puji bagi Allah SWT. Sebelum ini, aku menugaskan seorang di antara kalian untuk menarik zakat yang urusannya diserahkan Allah kepadaku. Lalu, dia datang kepadaku dengan menyatakan bahwa sebagian harta diserahkan kepadaku, sedangkan sebagian harta yang lain dia ambil sebagai hadiah yang diberikan kepadanya. Jika dia benar, apakah jika hanya duduk di rumah ayah dan ibunya, dia akan menerima hadiah? Demi Allah, tidaklah salah seorang di antara kalian mengambil sesuatu yang bukan haknya melainkan dia akan bertemu Allah pada hari kiamat dengan memikul apa yang diambilnya tersebut, Jangan sampai ada seorang di antara kalian yang kuketahui bertemu Allah SWT dengan memanggul unta yang melenguh-lenguh, atau sapi yang menguak, atau kambing yang mengembik!” tegas Rasulullah.

Rasulullah berhenti sejenak, kemudian mengangkat kedua tangannya sehingga ketiaknya terlihat dan berkata, “Ya Allah, bukankah ketentuan itu telah kusampaikan”. Dari kisah Ibn Al-Lutbiyyah diatas selayaknya bisa diambil hikmah yaitu Hukum Hadiah Untuk Pejabat, baik ketika sedang menjalankan atau tidak sedang menjalankan tugas. Wallohu a’lam.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *