EDISI menjelang ROMADLON

Kesantunan Dan Pemberian Maaf

 

1. Kesantunan adalah penutup yang menutupi, sedangkan akal adalah pedang yang tajam. Maka, tutupilah kekurangan perangaimu dengan kesantunanmu, dan perangilah nafsumu dengan akalmu.

2. Adakalanya suatu kalimat ditelan (tidak jadi diucapkan) oleh seorang yang santun karena khawatir dampak keburukan darinya, dan cukupnya kesantunan itu sebagai penolong.

3. Seandainya engkau bukan orang yang santun, maka jadikanlah dirimu seperti orang yang santun. Sebab, barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, hampir-hampir dia termasuk golongan mereka.

4. Terimalah permintaan maaf orang yang meminta maaf kepadamu. Dan janganlah engkau mempermalukan wajah orang yang meminta maaf dengan mencelanya.

5. Orang yang paling utama maafnya adalah orang yang paling kuasa membalas. Sesungguhnya Allah ingin agar kekhilafan orang yang murah hati dimaafkan.

6. Maafkanlah kesalahan manusia, dan janganlah engkau mengadukan kesalahan siapapun yang engkau sendiri tidak menyukainya.

7. Maafkanlah kesalahan orang-orang yang memiliki akhlaq yang mulia, karena setiap orang diantara mereka, jika melakukan kesalahan, pasti tangan Allah ada bersama tangannya yang mengangkat kesalahan itu.

8. Maaf diberikan kepada orang yang mengakui kesalahan, bukan kepada orang yang terus-menerus melakukan kesalahan.

9. Permintaan maaf menjadi rusak ditangan orang yang tercela, tetapi ia menjadi baik ditangan orang yang mulia.

(Seri Kata-Kata Mutiara Amirul Mukminin Imam Ali Bin Abi Thalib as)

Wassalam

Muchyar Yara

KIO – Kajian Islam Otentik

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *