4 Fakta Yang Membuat Kami Tidak Takut (malaysia)

(Neruske tulisan sakdurunge) Bukan sok-sokan nulis hubungan Malaysia dan Indonesia, saya (Abid) sebagai Warga Negara Indonesia yang sudah lama tidak hormat pada merah putih merasa terpanggil. Harga diri sebagai Warga Negara terinjak oleh tetangga yang selama ini kita anggap adik kecil. Dulu kita anggap perlakuan Malaysia adalah perlakuan adik kecil yang memegang kepala kakanya, dianggap lucu dan dibiarkan saja. Lama-lama kita tahu ternyata maksud adik kecil itu adalah njegug ndas bukan hanya pegang kepala kita.

anti malaysia

Sudah banyak berita tentang arogansi negara tetangga tersebut terhadap negara kita. Dan berkali kali kita hanya diam, ngalah urung mesti kalah, istilah jawa yang sering diucapkan untuk menutupi kekurangberanian diplomat dan kekurangsuperan alat perang kita. Sebenarnya ada hal-hal yang selama ini dianggap kelemahan tapi sebaliknya itu adalah kelebihan bangsa ini. Disini ada 4 Fakta Yang Membuat Kami Tidak Takut pada malaysia.

  1. TKI
  2. Salah satu faktor yang banyak orang takutkan dengan hubungan diplomatik adalah banyaknya TKI di negara tersebut. Sebenarnya hal itu adalah salah satu kelebihan negara kita, karena gaji tenaga kerja Indonesia yang paling murah diantara tenaga kerja dari negara lain.

    Mungkin dalam kasus TKI di Malaysia adalah saat dimana pemerintah kita memboikot Malaysia dari pengiriman TKI. Masih dengan jelas kita ingat betapa kelabakannya pemerintah Malaysia untuk meminta pemerintah Indonesia menghentikan boikotnya. Hal itu menunjukkan kepada kita bahwa banyak negara lain di dunia yang bergantung kepada kemampuan bangsa kita.

    Itu kalau hanya putus hubungan, tapi kalau berlanjut perang, 2juta TKI adalah tentara sipil kita yang sudah masuk di jantung pertahanan negara tersebut. 10.000 dari 2juta TKI diajarai merakit BOM. Kuala Lumpur akan kembali jadi lumpur.

  3. Sekutu Malaysia
  4. Antar negara bekas persemakmuran inggris memang punya hubungan yang sangat kuat dibidang pertahanan. Singapura dan Autralia diantaranya. Diakui bahwa secara peralatan tempur kita kalah dengan mereka. Tapi bagaimanapun di tubuh kita mengalir darah-darah pejuang, mbah-mbah kita adalah tentara berani mati demi negara. hanya bermodal senjata seadanya kita bisa mengusir belanda dan jepang yang jauh lebih maju. biar mereka punya senjata super hebat tapi kita punya rakyat yang super militan.

    Selain dari pada itu China dan Rusia adalah dua negara punya banyak kepentingan ekonomi dengan Indonesia, Cina contohnya menyerahkan sebagian besar eksport Tekstil dan Elektroniknya ke Indonesia dan Rusia yang banyak sekali mengeksport bahan-bahan kimia dan industrinya di Indonesia, termasuk beberapa peralatan militernya ke Indonesia (perdagangan senjata) baik itu dalam bentuk jadi ataupun alih teknologi. Selain itu juga posisi Indonesia yang sangat strategis dan jumlah penduduk yang sangat banyak mempunyai potensi ekonomi & Politik yang begitu menggiurkan bagi kedua negara tersebut dalam rangka menuju persaingan hagemoni dengan Amerika Serikat.

  5. Penduduk Musli Indonesia adalah terbesar di dunia.
  6. Ini merupakan nilai lebih yang bisa dimanfaatkan dengan maksimal untuk memperoleh dukungan dari banyak negara, terutama negara barat. Saya katakan negara barat karena sejak muncul sentimen anti-barat oleh kaum muslim dunia akibat kebijakan AS melawan teroris dengan pendekatan militer sangat berpengaruh terhadap kekuatan ekonomi negara barat. Dengan status Indonesia sebagai negara Islam terbesar di dunia maka stigma muslim dunia atas bangsa barat cukup dipengaruhi oleh perspektif muslim dari Indonesia.

    Selain daripada itu di agama Islam diajarkan bahwa mencintai negara adalah sebagia dari Iman. hubbul wathon minal iman. Hal itu juga adalah kekuatan yang luar biasa.

  7. Sejarah militer kita membuat segan dunia.
  8. Kalau anda belajar sejarah dengan benar ketika masih SMP/SMA, maka anda akan tahu bahwa kerajaan Sriwijaya dan Majapahit adalah kerajaan nusantara yang merupakan dua dari beberapa kerajaan di seluruh Asia yang mempunyai armada militer terkuat di masanya. Bahkan pada masanya, pasukan kerajaan Mongol yang sedemikian ditakuti di seluruh dunia dapat dipukul mundur oleh pasukan Majapahit.

    Tidak hanya sampai situ saja, perhatikan juga penjajahan Belanda sekian ratus tahun dengan perbedaan teknologi sedemikian jauh atas Indonesia akhirnya mampu juga diakhiri dan memperoleh kemerdekaan murni dengan usaha sendiri baik itu dengan perjuangan militer ataupun diplomasi. Militansi jiwa penduduk Indonesia memang patut dipertimbangkan oleh negara-negara lain di dunia, bahkan AS sendiri pernah sangat segan dengan Indonesia pada masa era Presiden Soekarno: Bayangkan! Amerika takut dengan kita! Berapa banyak sih negara di dunia yang ditakuti oleh Amerika Serikat?

Selain 4 Fakta diatas mungkin kita masing-masing juga punya alasan untuk tidak takut pada malaysia…?

You may also like

25 Comments

  1. coba seandainya Seluruh TKI di malaysia mengibarkan bendera merah putih
    maka akan berkibaran ribuan bahkan jutaan bendera merah putih disana dan ini secara hukum internasional secara de facto malaysia adalah wilayah indonesia.
    jadi sah2 saja jika kita mengklaim malaysia adalah bagian dari indonesia

  2. Malaysia ki koyo “Kere munggah Bale” …Kemlinthi, sok paling maju.
    Malaysia selalu akan ngiri sama Indonesia, pasalnya negara mereka antara semenanjung Malaya dng Serawak terbelah oleh laut indo china yang menjorok dari Kepulauan Riau sampai perbatasan Vietnam …hahhaha… mrongos….

  3. waduhhhhh…. nek perang blak blakan wegah aku…..
    enak e iku balatane limbat, ki joko bodo, gendeng pamungkas di budalne disekkkk…
    la wong wong kui di kon nguyuh neng kuala lumpur ae, sesuke mesti klelep wi kuala lumpur…. lagek nguyuh tok lo wi…. rung ngetokne kerissss….
    hahahahaaaaaaaaaaaaaa….
    opo mak lampir gunung merapi kon budallll????????

  4. malaysia negara yg menginginkan
    harta kekayaan indonesia yg begitu luas’a
    tapi indonesia tidak boleh mengalah kami warga kecil
    siap tuk membela indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *